HomeTentang KamiProduk KamiProgram PelatihanPencarianHubungi Kami
Home arrow Tentang Kami
 
Info Terbaru
Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak ("batang") dan bagian yang mendatar atau membulat. Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basidium
 

Dulu Kami sama dengan Anda
Begitu stress karena gagal menjalankan bisnis
Khususnya dalam bidang agribisnis
Awalnya begitu susah sekali mendapatkan bibit yang berkualitas,
minimnya pemahaman formula, mahalnya peralatan dan teknologi,
minimnya pengetahuan proses produksi, serta susahnya pemasaran.
Namun kini begitu matang dengan berbagai pengalaman sehingga dengan mudah
bisa membuat bibit secara mandiri, menciptakan formula dan teknologi sederhana
secara mandiri, menciptakan pasar sendiri, bahkan bisa berbagi ilmu dengan yang lain.


Usaha budi daya jamur ini dimulai pada tahun 90an, dengan modal dan lahan yang sangat terbatas. Budi daya jamur yang dilakukan awalnya adalah jamur merang. Pada waktu itu masih sangat bergantung dari perusahaan penyedia bibit jamur, bahkan sampai di daerah Jawa Barat dan Wonosobo.
Sampai suatu saat dirasa secara komersial ternyata kurang memiliki hasil yang optimal, akhirnya pada tahun 1994 mulai belajar dan beralih pada jenis jamur kayu. Khususnya adalah jenis jamur Tiram, Kuping, Shitake, dan Ling Zhi. Studi literatur dari berbagai buku baik dalam maupun luar negeri ataupun bahkan dari instansi pemerintah seperti dinas pertanian dan kehutanan dilakukan untuk mendalami budi daya jamur. Studi banding juga dilakukan ke berbagai daerah pembudidaya jamur, seperti Lembang, Bogor, Jogjakarta, untuk belajar secara langsung kepada praktisi atau petani jamur.
Menginjak tahun 1996 usaha budi daya jamur kayu tersebut mulai dapat dilihat sebagai bentuk pertanian jamur. Mengingat lokasi budi daya adalah dataran rendah di daerah Blitar, sehingga memerlukan berbagai bentuk modifikasi dan alih teknologi sehinga dapat menghasilkan jamur dengan produktivitas dan kualitas yang tidak kalah dengan jamur yang dihasilkan oleh petani di dataran tinggi. Lokasi di Desa Sumberdiren, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, berada pada ketinggian 110 meter di atas permukaan air laut.
Masa pemantapan dimulai pada tahun 1998 dimana eksistensi budi daya jamur dapat dilihat secara terbuka dan dapat dilihat sebagai sebuah bentuk usaha bisnis, hal ini dengan ditandainya dibukanya display berupa toko jamur di lokasi tempat tinggal. Pada tahun ini juga lebih dimantapkan setelah pada bulan Juli 1998 dimuat di koran Jawa Pos sebagai ikon pemrakarsa tren usaha jamur. Jawa Pos memuat profil usaha ini sebagai usaha yang unik dan menjanjikan karena dengan berbagai kelebihan, diantaranya mampu tumbuh pada daerah dataran rendah yang pada umunya berhawa panas. Hal inilah yang membuat banyak sekali peminat jamur pada waktu itu berbondong-bondong datang untuk melihat dan ikut belajar berbudi daya jamur. Ada sebuah bentuk pemikiran unik karena jamur dapat tumbuh di dataran rendah. Padahal habitat asli jamur tersebut adalah 700 meter di atas permukaan air laut.
Usaha budi daya jamur yang dilakukan tetap berdasarkan pada usaha yang berwawasan lingkungan. Wujudnya adalah proses produksi dan semua bahan yang digunakan adalah organik. Bentuk kepedulian terhadap konsumen dengan hasil pertanian jamur organik inilah yang terus digalakkan dan disosialisasikan kepada seluruh masyarakat.
Karena merupakan usaha yang langka pada waktu itu, harga jual jamurpun sangat tinggi. Kami dapat dengan mudah menentukan harga. Sebagai contoh adalah jamur Tiram, harga per kilogram segar adalah Rp 25.000,- sedangkan Jamur Kuping bisa mencapai Rp 100.000,- per kilogram kering. Bahkan untuk jamur Ling zhi bisa mencapai Rp 1.500.000,- per kiliogram kering. Untuk saat ini harga jualpun juga tidak mengalami penurunan drastis. Dapat dikatakan signifikan karena dalam kurun waktu hampir 10 tahun mengalami penurunan harga secara bertahap sampai 50 %, namun tetap mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan menjadikannya bisnis yang masih tetap menjanjikan.
Pada tahun 2000 untuk lebih memantapkan posisi sebagai leader dalam budi daya jamur, usaha ini mencoba untuk memperoleh legalitas merk dan legalitas perijinan dari Dinas Kesehatan. Pada tahun itu juga akhirnya terbit legalitas Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) berupa merk dagang “PAYUNG MANFAAT” dengan No. DOO 21236 berlogo gambar Payung dan bertuliskan Manfaat. Pada tahun itu pula terbit sertifikat dari dinas Kesehatan untuk semua proses dan hasil produknya, yaitu jamur segar, olahan serta jamur keringnya.
Eksistensi pemasaran usaha ini secara bertahap mulai merambah keseluruh nusantara dengan datangnya peminat jamur dari seluruh nusantara. Bahkan setiap tahun dapat muncul di berbagai media cetak yaitu majalah Trubus, yang terakhir pada bulan Juni 2007. Sedangkan untuk skala Nasional muncul pada rubrik Sosok di Koran Kompas terbit pada tanggal 23 September 2006, yang pada akhirnya termuat juga di Internet sehingga lebih luas lagi jangkauan usaha jamur ini.
Ekspansi yang dilakukan berupa pengembangan plasma baik untuk daerah Jawa itu sendiri maupun seluruh nusantara. Saat ini plasma yang eksis adalah di daerah Makasar, Medan, Lampung, Brastagi, Palembang, Sinjai, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Nusa Tenggara Timur serta Bali. Untuk tahap berikutnya adalah Bukit Tinggi, Jambi, dan Batam yang dalam waktu dekat akan direalisasikan usaha budi daya jamur.
Polling
Jenis jamur yang paling anda sukai...
  
Date and Time